Senin, 19 Juni 2017

Back to Nature dengan Berwisata ke Monkey Forest



Monkey Forest Ubud
(sumber : irina_senkovskaya)
 
Pengetahuan tak terbatas dan kecintaan kita terhadap alam dapat menjadi dorongan yang kuat untuk singgah di tempat tertentu. Wujud rasa syukur kita pun dapat dibuktikan dengan keingintahuan kita dalam menelaah ciptaanNya. Jika anda berkunjung ke Bali dan mampir ke Monkey Forest, Ubud, itu artinya Anda tidak hanya ke Bali untuk berwisata senang-senang, melainkan juga untuk mensyukuri ciptaanNya dan belajar memahami habitat salah satu ciptaanNya. Berlokasi di daerah Ubud, Jalan Wenara Wana Desa Padangtegal, Gianyar, Monkey Forest menjadi salah satu objek wisata favorite.

Monkey Forest Ubud
(sumber : little_miss_traveller)

Monkey Forest merupakan cagar alam yang menjadi habitat sekitar 650 ekor monyet mulai dari jenis kera ekor panjang hingga monyet -monyet sejenis dengan kondisi lingkungan yang sejuk dan tenang. Luas lokasi ini sekitar 12.5 hektar dengan kurang lebih 186 jenis pohon. Di dalam Monkey Forest terdapat pura Dalem Agung Padang tegal dan Pura Madia Mandala yang mana juga terdapat kolam suci dan candi lainnya untuk kremasi.

Jika ingin berkunjung kesana, sebaiknya sekitar sore hari agar para monyet sudah merasa kenyang dan tidak menyakiti anda. Anda dapat menggunakan jasa sewa motor Bali untuk mengatur waktu perjalanan anda dari satu tempat ke tempat lain sehingga anda tidak terkena macet dan mundur dari jadwal yang telah anda tentukan sebelumnya. Harga tiket masuknya yaitu 40 ribu rupiah bagi dewasa dan 30 ribu bagi anak-anak dibawah 12 tahun dan diatas 3 tahun. Anda tidak hanya akan menikmati pemandangan hutan dan monyet, namun anda juga bisa menikmati Open Stage, Dragon Stair, Exhibition Hall, Main Temple, Holly Pool, Entrance to Holly Spring, Tree adoption, Dear Stable, Holy spring temple, dan rumah kompos. Oiya, jika anda ingin mengunjungi pura-pura, semua ditutup untuk umum kecuali bagi mereka yang hendak sembahyang dan pastinya harus menggunakan kelengkapan sembahyang

Monkey Forest Ubud
(sumber : miriso_)


Keuntungan menggunakan jasa sewa motor Bali adalah anda tidak perlu mencari parkir yang jauh dari lokasi yang anda inginkan. Misalnya anda fokus ingin melihat pura-pura lebih dekat, maka parkirlah tepat di dekat loket tiket. Namun jika anda hanya ingin bermain-main dengan monyet, di luar loket tiket pun biasanya ada monyet yang iseng-iseng bermain disana. Ada beberapa tips yang dapat anda pertimbangkan untuk dilakukan. Pertama adalah tetaplah bersikap sopan dengan monyet-monyet yang ada karena mereka tetaplah makhluk yang memiliki sikap liar, terutama jika habitatnya terganggu. Yang terpenting adalah jagalah selalu barang bawaan anda dan jika akhirnya dipinjam oleh si monyet, janganlah mencoba untuk mengambilnya sendiri, melainkan mintalah bantuan pada pemandu.

Monkey Forest Ubud Bali
(sumber : daimanuel)

Biasanya monyet-monyet tersebut akan tertarik pada benda-benda yang mengkilat dan bersinar. Ditambah jika anda membawa makanan, maka sudah pasti anda akan menjadi incaran para monyet. Jangan juga sembarangan memberi makan monyet jika anda tidak ingin monyet-monyrt tersebut mengikuti anda kemana pun anda pergi. Sungguh sulit untuk dapat mengamati kehidupan para monyet dari dekat. Anda juga tidak dapat mengandalkan informasi di sekitar lokasi untuk mengetahui kebiasaan hidup si monyet. Mintalah bantuan pemandu untuk mengetahui secara rinci mengenai kehidupan para monyet demi keluasan pengetahuan anda. Bukankah tujuan anda adalah edukasi wisata? Sewa motor bali biasanya juga menawarkan paket tur yang anda butuhkan. Oleh karena itu, anda tidak perlu khawatir dan bingung menghabiskan waktu sebelum ke lokasi ini. Anda dapat jalan-jalan ke lokasi lainnya dulu.

Minggu, 18 Juni 2017

Gerakan Makan Ikan di Bali Ya Hanya di Warung Mak Beng!



Mak Beng Sanur
(sumber : gisela_vina)


Seperti yang telah kita ketahui, pemerintah sedang menggalakkan gerakan makan ikan demi menciptakan generasi yang sehat. Nah, jika kamu beralasan bahwa sangat sulit melakukan gerakan makan ikan ini selama liburan, hal itu tidak akan terjadi jika kamu menghabiskan liburanmu di Bali. Bagaimana tidak? Bali tidak hanya terkenal dengan keindahan pantainya dan ada begitu banyak pantai di Bali. Tentu saja, setiap pantai memiliki potensi ikan yang besar sehingga sudah dapat dipastikan bahwa di Bali kamu akan menemukan banyak ikan dan menu-menu makanan yang terbuat dari ikan.

Mak Beng Sanur
(sumber : laniwatisantoso)

Tidak banyak warung di Bali yang menyajikan menu ikan dengan lengkap. Umumnya warung-warung ikan di sekitar pantai di Bali hanya menjual beberapa sajian menu saja seperti menu goreng dan bakar, namun jika kamu berkunjung ke Warung Mak Beng, kamu akan mendapatkan yang lebih dari sekedar kedua menu tersebut. Dimanakah alamat Warung Mak Beng ini? Berlokasi di Jl. Hang Tuah no. 45 Sanur Bali Indonesia. Tentu saja lokasi ini sangat mudah ditemukan. Jika kamu berjalan dari Kuta, maka kamu cukup melewati Jalan By Pass I Gusti Ngurang Rai dan menuju ke arah Sanur. Disini kamu dapat menikmati sensasi kenikmatannya yang menggoyang lidah.

Mak Beng Sanur
(sumber : benitomonana)

Di perempatan Sanur yakni di Hotel Sanur Plaza Paradise, kamu cukup belok kanan menuju pantai Sanur. Sebelum bibir pantai sekitar 15 meter kamu akan menemukan warung di sebelah kiri jalan dan itulah warung Mak Beng. Jangan heran ketika melihat ada banyak orang yang berkunjung kesana karena memang kelezatannya tidak tertandingi. Siapa saja yang pernah berkunjung ke Warung mak Beng ini? Begitu sampai di lokasinya, kamu dapat melihat beberapa foto artis-artis ternama seperti Anang, Pak Bondan, Ari Tulang, Ida Kusuma, dan lain-lain. Warung ini telah berdiri sejak tahun 1941 dan masih tetap eksis hingga saat ini. Benar-benar sensasi yang luar biasa, bukan

Mak Beng Sanur
(sumber : peterhandoyo)

Tadi saya katakan jika di lokasi lain hanya menyajikan menu goreng dan bakar, di Warung Mak Beng hanya menyajikan satu menu namun komplit. Ada paket sop ikan ditambah ikan goreng dan sambal terasi. Tenang saja, harganya sangat terjangkau dengan kelezatan yang sebanding tentunya. Apa yang membuat masakan warung Mak Beng berbeda? Sup ikan warung ini dimasak dengan bumbu-bumbu rahasia yang sudah diturunkan turun temurun. Umumnya, sup ikan memiliki ciri yang amis, namun tidak untuk sup ikan di warung ini. Rasanya sangat jauh dari amis namun justru terasa segar, pedas dan agak asam. Di dalam sup terdapat belimbing dan timun sebagai pelengkap. Ikan gorengnya pun sangat gurih karena digoreng dengan sangat kering.

Mak Beng Sanur
(sumber : bonysiregar)

Nah, yang terakhir yang tidak luput dari perhatian adalah adanya sambal terasi yang benar-benar mantap di lidah. Kamu akan merasakan sensasi menggelora yang ditawarkan dari sambal ini. Sebuah kombinasi yang pas ketika kamu dapat menikmati nasi panas ditambah sup dan ikan goreng yang tak luput dengan sambalnya. Jika kamu beruntung, ada baiknya kamu mengunjungi dapurnya dan melihat proses pengolahan ikannya. Tidak perlu risau dan khawatir karena kebersihan tetap menjadi prioritas bagi warung ini. Sudahkah kamu menarik air liurmu? Gerakan makan ikan di Bali memang paling mantap di Warung Mak Beng! Cobalah!

Air Terjun Nungnung, Air Terjun yang Tidak Biasa



Air Terjun Nungnung
(sumber : emmett_sparling)

Kenapa dikatakan air terjun yang tidak biasa? Memang ada banyak air terjun di Bali dan air terjun Nungnung pun bukan merupakan air terjun yang paling tinggi di Bali. Hanya saja memang air terjun ini tidak biasa. Apa yang membuatnya tidak biasa?

Terletak di Kecamatan Petang kabupaten Badung, air terjun ini berjarak sekitar 50 kilometer dari kota Denpasar. Lokasi tepatnya adalah di wilayah ujung kabupaten Badung. Walaupun jalannya berkelok kelok, kamu tidak akan merasa jenuh dan bosan karena pemandangan di sekitar jalan ini sungguh sangat indah.

Tiket masuk ke lokasi ini adalah 7 ribu rupiah per orang. Untuk mencapai air terjun ini, kamu akan disuguhkan dengan pemandangan lembah. Jalurnya pun terkesan menakutkan dan melelahkan dengan hampir seratus anak tangga, namun masih memiliki penyangga sehingga kamu tidak perlu khawatir terjatuh. Bedanya dengan air terjun yang lainnya di pulau Bali adalah karena air terjun ini sangat dikelola dengan baik dan jalur tangganya juga sudah lebar dengan dilengkapi konstruksi beton.

Memang sangat melelahkan, namun anda dapat beristirahat di setiap tikungan yang ada di lokasi air terjun ini. Sungguh menakjubkan melihat para pedagang makanan dan minuman ringan bisa sampai ke setiap spot tikungan di lokasi ini. Bagaimana dengan spot yang paling tinggi? Tentu juga ada gazebo dan pedagang yang menemani hari-hari kelaparan anda dan itu sungguh meninggalkan kesan tersendiri. Jika para pedagang saja kuat, kamu juga harus kuat, iya tidak?

Semua lelah akan terbayar dengan pemandangan air terjun yang indah. Jika kamu takut akan ketinggian dan kedalaman, air terjun ini merupakan pilihan yang tepat. Kamu dapat berbasah basah ria tanpa khawatir tenggelam ataupun jatuh ke lokasi yang lebih rendah. Gelombang airnya cukup tenang, namun satu hal yang harus sangat-sangat kamu ingat adalah cuaca. Cuaca di sekitar daerah ini sangat labil. Bisa jadi ketika kamu menuruni anak tangga untuk mencapai air terjun, cuaca begitu panas sehingga kamu bersemangat untuk mandi di bawah air terjun. Namun, dengan banyaknya jumlah anak tangga yang harus dilalui, membuat cuaca pun malas menunggu kamu  untuk selesai menuruni anak tangga. Efek sampingnya adalah, cuaca cerah berubah menjadi hujan. Nah, kalau sudah begini lantas bagaimana? Tentu saja kamu tidak perlu berteduh. Lanjutkan saja perjalananmu, sekalian basah, bukan?

Oiya, untuk menuju lokasi ini juga sebaiknya kamu menggunakan sepeda motor saja karena jalan arah petang ini lumayan sempit dan berkelok kelok, ditambah jalan meuju air terjun ini yang masih bergeronjal. Jika kamu ingin jarak yang lebih dekat untuk mencapai air terjun ini, ada baiknya kamu memilih menggunakan sepeda motor dan parkir tepat di gapura masuk objek wisata air terjun. Bagaimana dengan toilet? Inilah salah satu hal yang juga perlu diperhatikan bahwa lebih baik kamu membereskna urusan toiletriesmu dulu sebelum menuruni anak tangga karena di lokasi air terjun tidak ada toilet. Toilet hanya ada di tempat parkir dan sewaktu saya berkunjung kesana, toilet tersebut masih kurang perhatian

Bagaimana? Apakah kamu sudah mempesiapkan semua bekal untuk menaklukkan air terjun ini? Pastikan perutmu kenyang karena ada hampir ratusan anak tangga dengan medan berkelok kelok yang harus kamu kuasai. Keep strong!